Universitas di Malang - Rental Motor Malang

Berikut Adalah 5 Universitas Favorit di Kota Malang, Kamu Kuliah dimana Sobat Malang?

Rental Motor Malang

rentalmotormalang.net – Hallo sobat Malang, Selain sebagai Kota wisata, Malang disebut juga sebagai Kota Pendidikan. Terbukti dari banyaknya Perguruan Tinggi, Sekolah baik swasta maupun negeri dengan kualitas pendidikan yang mampu bersaing dengan Perguruan Tinggi maupun Sekolah di luar Negeri. Dari sekian banyaknya Perguruan Tinggi (Universitas) di Malang berikut beberapa Universitas favorit di Malang. | Rental Motor Malang

Continue reading →

Asyiiikkk! Pemutihan Denda Pajak dan Gratis Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor di Jatim diadakan lagi!! | Rental Motor Malang

Rental Motor Malang – Hallo sobat Motor semua, Mimin punya kabar baik yang kali ini datangnya dari Samsat Jawa TImur. Bahwa Pemprov Jatim melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) resmi kembali memberlakukan pemutihan denda pajak dan gratis biaya balik nama kendaraan bermotor. Sebuah kabar yang banyak ditunggu pengguna kendaraan bermotor terutama mereka yang masih belum membayar pajak tahunan dan pemilik motor second yaa.

Continue reading →

Tak punya garasi !!! jangan beli mobil dulu deh. .

Di Jalanan komplek perumahan atau pemukiman warga sering terlihat adanya mobil parkir. Padahal jalan tersebut bukan halaman rumah dan sering kali menjadi sumber kemacetan.

Jika menemui hal itu, siapa yang tak jengkel? Terlebih jika parkirnya juga menghalangi jalan depan rumah tetangga.

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur mmiliki layanan inovasi pengaduan parkir liar, yang disebut Sistem Informasi Pelaporan Parkir Liar Berbasis Aplikasi (Siparlibasi).

Dengan aplikasi ini, warga Jakarta Timur dan untuk saat ini khususnya di wilayah kecamatan Jatinegara, bisa melaporkan tetangga yang parkir sembarangan dengan identitas yang dirahasiakan.

“Setelah menerima pengaduan, tim akan bergerak dan melakukan tindakan di wilayah yang diadukan oleh warga,” jelas Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Sudinhub Jakarta Timur, Slamet Dahlan, saat dikonfirmasi belum lama ini.

Lanjut Dahlan, untuk di wilayah perumahan atau pemukiman tim dari Sudinhub Jakarta Timur memang akan melakukan tindakan persuasif. Namun, jika tidak digubris dan sudah dikomunikasikan dengan pejabat setempat seperti RT, RW, dan Lurah akan dilakukan penindakan yang lebih tegas.

“Jika masih nekat, ya kita lakukan tindakan preventif (pendekatan). Tidak butuh waktu lama, dan secepatnya jika memang masih nekat parkir sembarangan,” tegas Dahlan.

Sementara itu, aturan pemilik mobil harus memiliki garasi sendiri memang sudah diatur dalam Peratiran Daearah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota jakarta Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi, Pasal 140.

Pemprov DKI Jakarta mewajibkan tiap pemilik mobil di Jakarta juga memiliki garasi. Hal tersebut sesuai dengan Perda Nomor 5 Tahun 2014 Pasal 140 tentang pembatasan kendaraan bermotor.

Sanksi yang diberikan adalah penderekan bagi mobil yang parkir di jalan raya gang masuk kawasan larang parkir. Adapun untuk syarat membeli mobil, pemda DKI akan berkoordinasi dengan kepolisian agar tidak menerbitkan STNK bila pemilik tak memiliki garasi.

Dan untuk kedepannya, aplikasi semacam ini akan diperbaharui agar dapat  mencakup seluruh wilayah terutama pulau jawa. Nah, sudah paham kan sobat. Jika tak ingin terjadi apa-apa pada mobilmu ada baiknya untuk tak parkir sembarangan dan taati aturan.

Tambah performa mesin dengan oprek busi, apakah tidak apa?

Busi menjadi komponen penting dalam proses pengapian pada kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil. Masih banyak mekanik percaya bahwa salah satu langkah untuk mendongkrak tenaga mesin motor dilakukan dengan memodifikasi busi. Namun hal ini dibantah oleh Technical Support PT NGK Busi Indonesia Diko Oktaviano. Menurut Diko, memodifikasi busi demi mengejar performa mesin dari sektor pengapian adalah langkah yang salah. “Biasanya orang suka potong elektroda atau mengeser kerapatan kepala busi, itu salah besar dan tidak dibenarkan. Setiap busi sudah memiliki standarnya, yang ada bukan tenaga tambah tapi masalah yang nambah,” ucap Diko

Meski demikian, Diko menjelaskan mengandalkan busi untuk memaksimalkan tenaga mesin motor tetap bisa dilakukan. Hanya saja caranya bukan dengan melakukan vandalisme pada busi, melainkan melakukan penyesuaian.

Penyesuaian yang dimaksud adalah memperhatikan beberapa kondisi. Contoh, bisa dari bentuk eletroda busi sampai dengan variasi material yang digunakan pada busi itu sendiri. “Elektroda busi menentukan pembentukan titik api yang akan lebih baik didukung dengan material businya itu sendiri. Untuk saat ini, busi dengan kategori tersebut bisa ditemui pada model G-Power dan Iridium karena sudah menggunakan bahan logam mulia, lebih baik dari busi biasa yang berbahan nikel,” ujar Diko.

Maka dari itu, Diko menyarankan bila ingin mendapatkan performa yang lebih, baiknya melakukan pergantian dengan dua jenis busi tadi. Bukan dengan cara melakukan modifikasi seperti memotong elektroda dan sebagainya yang berujung pada masalah baru nantinya. GM Aftermarket and Public Relation Yamaha Indonesia Motor Manufacturimg (YIMM) M. Abidin, juga menyampaikan hal serupa. Tapi ia mengingatkan bahwa masalah meningkatkan performa mesin motor standar bukan hanya dari busi saja, tapi ada beberapa faktor pendukung yang wajib diperhatikan.

“Prinsip dasarnya ada tiga faktor yang menentukan mesin motor bisa hidup, yakni ada api, kompresi, dan bahan bakar. Nah, dalam kontek mengoptimalkan performa, maka masalah kompresi dan bahan bakar juga wajib diperhatikan,” kata Abidin

Menurutnya, banyak orang masih salah kaprah. Fokus pada kelistrikan dan pengapian, tapi tidak memperhatikan hal dasar, seperti apakah kompresi mesin cukup baik, dalam arti tidak ada kebocoran dan ruang bakarnya bersih, lalu penggunaan jenis bahan bakarnya sendiri. “Jadi bila dua hal ini tidak dipikirkan dan hanya fokus pada busi akan sia-sia. Paling sering ditemui itu sebenarnya masalah bahan bakar yang digunakan oleh pemilik motor yang tidak kompeten dengan teknologi dan kompresi mesin, ini harus ada edukasinya lagi,” ucap Abidin.